My Short Story

Materi Geografi Lintas Minat SMA kelas XI


Read more

Daftar Ar Dari Berbagai Unsur

Berikut daftar Ar dari berbagai unsur :
Read more

Say No to 'Galau'

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sore-sore makan bakwan hangat,
duduk di teras bareng si Amat
Jawablah salam dengan semangat,
jikalau anda umat Muhammad
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Bismillaahirrohmaanirrohim. Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiina. Washsholaatu wassalaamu’ alaa asyrofil anbiyaa-i wal mursalina, sayyidina wa maulanaa Muhammaddin, wa-‘alaa aalihi washohbihi ajma’iina. Amma ba’du.
Read more

Biografi Pangeran Diponegoro


Bendara Pangeran Harya Dipanegara (Diponegoro) adalah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Beliau lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 dan meninggal saat pengasingan di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 saat umur 69 tahun. Makamnya berada di Makassar. Putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta, lahir dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan dengan nama kecilnya Bendoro Raden Mas Ontowiryo.
Read more

Suku Banyak (Polinomial)

Kelas XI SMA, Matematika Peminatan
Materi Polinomial beserta contoh soalnya: google drive
Read more

Tanam Paksa (Cultuure Stensel)

Latar Belakang

Sejak awal abad ke-19, pemerintah Belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan, baik di Negeri Belanda sendiri (pemberontakan Belgia) maupun di Indonesia (terutama perlawanan Diponegoro) sehingga Negeri Belanda harus menanggung hutang yang sangat besar.
Untuk menyelamatkan Negeri Belanda dari bahaya kebrangkrutan maka Johanes van den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal di Indonesia dengan tugas pokok menggali dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara, membayar hutang, dan membiayai perang. Untuk melaksanakan tugas yang sangat berat itu, Van den Bosch memusatkan kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor.
Read more

Perjanjian Bungaya

Perjanjian Bungaya (sering juga disebut Bongaya atau Bongaja) adalah perjanjian perdamaian yang ditandatangani pada tanggal 18 November 1667 di Bungaya antara Kesultanan Gowa yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin dan phial Hindia Belanda yang diwakili oleh Laksamana Cornelis Speelman.[1] Meski disebut perjanjian perdamaian, isi sebenernya adalah deklarasi kekalahan Gowa dari VOC (Kompeni) serta pengesahan monopoli oleh VOC unto perdagangan sejumlah barang di pelabuhan Makassar (yang dikuasai Gowan).

Read more